Automation Testing

 


a. Right Mindset

    a. Automation complement manual testing

    b. Automation harus ROI Positive (Benefit > Cost)

    c. Automation butuh maintenance (tidak sekali buat selamanya jalan)


b. Pendekatan

    1. Manual testing : untuk fitur baru (Exploratory testing)

    2. Automation testing : untuk fitur standar yang selalu sama (Regression testing)


c. Karakteristik automation

    1. Simple alurnya

    2. Fiturnya stabil (tidak sering berubah)

    3. Mampu dijalankan berkali-kali (setiap release / sprint)

    4. Langkah sama bisa di ulang-ulang dan bisa diprediksi hasilnya.


d. Perhitungan untuk menentukan layak dan tidak layak di automation

Formula ROI Automation

ROI = ((Benefit - Cost) / Cost ) * 100%


Benefit

    1. Time saved per execution * Number of execution

    2. Bug found earlier

    3. Reduced human error


Cost

    1. Time to write automation script

    2. Maintenance time

    3. Tool/infrastruktur cost

    4. Training Cost


Layak di automation = High ROI

ciri-cirinya waktu eksekusinya cepat


tidak layak di automation = Low ROI

Memakan waktu lama untuk eksekusi


TDD -> Developer (Pendekatan by Code)

BDD -> QA (Pendekatan by behaviour)


e. Kapan menggunakan BDD

    1. Ketika Tim Cross Functional (BA,QA, Dev, dsb) saling berkolaborasi

    2. Requirement Complex

    3. End to End Testing (user behaviour)

    4. Butuh dokumentasi


Kapan tidak pakai BDD

    1. Tim kecil (hanya Dev)

    2. Fiturnya  Simple

    3. Unit Testing (TDD)

    4. Timnya tidak familiar Gherkin


f.  Sprint work flow - 2 minggu

    1. Sprint Planning (hari : 1-2 )



No comments:

Post a Comment

Pages