12 Cara Ampuh Menemukan Bug yang Bisa Langsung Diterapkan oleh QA

Praktik sederhana untuk meningkatkan cara berpikir dan menemukan bug lebih efektif dalam pekerjaan Quality Assurance.



Menemukan bug bukan hanya tentang menjalankan test case sesuai langkah yang sudah dibuat. Seorang QA perlu berpikir seperti user, memahami risiko, dan mencoba berbagai kondisi yang mungkin terjadi saat aplikasi digunakan.


Dalam pekerjaan sehari-hari, kita tidak mungkin memprediksi semua cara user menggunakan sebuah aplikasi. Karena itu, QA perlu memiliki cara berpikir yang sistematis untuk mencari kemungkinan masalah yang sering terlewat.


Artikel ini membahas 12 cara praktis untuk menemukan bug, mulai dari melihat cara user menggunakan fitur, mencari kondisi ekstrem, menguji batas nilai, mengganggu proses, sampai menguji hak akses. 


Semua cara di bawah ini dibuat sederhana dan bisa langsung diterapkan dalam pekerjaan QA, baik saat melakukan manual testing maupun automation testing.


1. Jangan Test Fitur, Test Cara User Menggunakannya

Sebagai QA, jangan hanya mengikuti alur yang sudah ditentukan di test case. Coba pikirkan bagaimana user sebenarnya akan menggunakan fitur tersebut.


Contoh :

Misalnya ada fitur Login.


Alur normal:

Masukkan username → password → klik Login → berhasil masuk.

Sebagai QA, kita bisa mencoba:

  • Klik Login dua kali.
  • Mengosongkan username atau password.
  • Menekan Back setelah login.
  • Melakukan refresh.
  • Menggunakan fitur dengan urutan yang berbeda.



Tujuannya yaitu memastikan fitur tetap berjalan dengan benar ketika digunakan dengan cara yang berbeda oleh user. 


Cara menerapkannya di perusahaan, setiap mendapatkan fitur baru, tanyakan:

  • Bagaimana user menggunakannya secara normal?
  • Apa kesalahan yang mungkin dilakukan user?
  • Apa yang terjadi jika user melakukan sesuatu di luar alur normal?

Intinya : Jangan hanya test apakah fitur bekerja. Test bagaimana user menggunakan fitur tersebut.




 2. Berpikirlah Seperti User yang "Nakal"

QA perlu mencoba membuat sistem gagal dengan cara yang masih mungkin dilakukan oleh user.

Contoh
Misalnya ada fitur pembayaran.

User normal:

Pilih metode pembayaran → klik Bayar → selesai.


QA bisa mencoba:

  • Klik Bayar berkali-kali.
  • Mengubah jumlah pembayaran.
  • Kembali ke halaman sebelumnya.
  • Membuka halaman pembayaran di tab lain.
  • Menggunakan data yang tidak sesuai.

Tujuannya yaitu menemukan celah yang mungkin terjadi ketika user tidak mengikuti alur yang diharapkan.

Cara menerapkannya di perusahaan :

Saat mengetes fitur, tanyakan:

"Kalau saya ingin membuat fitur ini gagal, apa yang akan saya coba?"

Tidak perlu melakukan sesuatu yang tidak masuk akal. Fokus pada tindakan yang masih mungkin dilakukan user.


Intinya : QA tidak hanya mencari kondisi yang benar, tetapi juga mencoba menemukan cara yang dapat membuat sistem gagal. 





No comments:

Post a Comment

Pages